Mission & Vision

Bahasa Indonesia

Indonesia merupakan negara yang mempunyai wilayah perairan mencapai 5,8 juta kilometer persegi, sedangkan luas daratan hanya 1,9 juta kilometer persegi, serta memiliki 17.508 pulau besar dan kecil dan garis pantai meliputi 81.000 kilometer, adalah menjadi salah satu negara bahari terbesar di dunia. Sebagai negara kepulauan di daerah tropis yang mempunyai perairan yang luas serta pantai indah, Indonesia menawarkan pesona tersendiri, dengan kekayaan lautnya, yaitu terdapat 28 ribu species flora, 350 species fauna, 110 ribu species mikroba dan sekitar 600 species terumbu karang dari 400 genera.

Potensi ini merupakan peluang luas bagi Indonesia untuk menjadikan bahari sebagai asset andalannya, sehingga merangsang para pengusaha untuk mengelolanya secara komersial dan professional menjadi sebuah industri pariwisata, yaitu Wisata Bahari.

Potensi Wisata Bahari juga, terutama ditujukan dengan banyaknya wisata selam dan selancar yang mencapai 64 lokasi yang tersebar di 13 propinsi, serta 165 objek wisata pantai di semua propinsi.

Dari Wisata Bahari dunia, yaitu pesatnya jumlah wisatawan yang mengunakan kapal pesiar. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penumpang dari 4 juta orang pertahun pada tahun 1989, menjadi sekitar 7 juta penumpang pada tahun 2002 dan 8,1 juta penumpang pada tahun 2003 dan mengunjungi negara-negara bahari di seluruh dunia.

Adalah GAHAWISRI ? Gabungan Pengusaha Wisata Bahari ? sebuah organisasi yang mengkhususkan diri berpartisipasi dan mengambil bagian dalam usaha, praktisi langsung dari setiap aspek kegiatan wisata bahari, termasuk dalam penyediaan servis dan sarana, berdedikasi untuk meletakan posisinya, agar dapat secara langsung bekerjasama dengan setiap institusi pemerintah, masyarakat, akademisi, yang berkaitan dengan pengembangan Wisata Bahari di Indonesia.

GAHAWISRI didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1990, dikukuhkan oleh Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi, Bapak Susilo Sudarman. Pada awal berdirinya organisasi ini dipimpin oleh Bapak Jerry A. Sumendap sebagai Ketua (Tahun; 1990 – 1994). Kemudian periode selanjutnya dipimpin oleh Bapak Urip Santoso sebagai Ketua (Tahun; 1995 – 1999) dan dijabat lagi oleh Bapak Urip Santoso.

Tahun 2003 GAHAWISRI menyelengrakan MUNAS I di Bali, menghasilkan Kepengurusan DPP GAHAWISRI masa bhakti 2003 -2007, kepemimpinan dipercayakan kepada Bapak Feisol Hashim. Kemudian Munas ini juga menetapkan Misi dan VisiGAHAWISRI yang dijabarkan dalam bentuk Rencana dan Program Kerja Umum 2003 – 2007 dan Program Kerja Tahunan, yang intinya GAHAWISRI bertekad memberdayakan seluruh dimensi aktivitas kebaharian, khususnya Wisata Bahari dalam koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

  • Potensi umum Wisata Bahari yang dikembangkan di GAHAWISRI adalah:
  • Olah raga mancing (Fishing Sport)
  • Olah raga layar (Yachting)
  • Olah raga selam (Diving)
  • Keindahan pantai (Coastal Scenery)
  • Kegiatan pesisir (Coastal Activity)
  • Sarana Makan, Minum dan Santai (Restaurant and Café)
  • Akomodasi Penginapan (Hotels, Motels)
  • Akomodasi Marina, Mooring Buoys ataupun Reef House
  • Persewaan Kapal (Boat Rental)
  • Pembuatan Kapal (Boat Builder)
  • Selancar Air (Surfing)
  • dll.

Prinsip , Visi, Misi GAHAWISRI

Prinsip

Permasalahan Indonesia harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia. NKRI adalah modal utama bangsa Indonesia. Tidaklah bisa mengharapkan hanya 20 juta orang bekerja untuk memberi makan pada 210 juta penduduk Indonesia. Namun semua lapisan masyarakat haruslah bekerja keras.

Indonesia tidak bisa tergantung pada sumber daya alam semata. Akan tetapi harus dapat mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis pada kekuatan pikiran dan sumber daya lainnya secara berkelanjutan.

Visi

GAHAWISRI berperan dan bertangungjawab untuk memperdayakan dan menguatkan seluruh aspek kegiatan wisata bahari dan mengembangkan termasuk penegakan hukum maritim, prosedur dan aturannya, kerjasama internasional di bidang konservasi di wilayah Indonesia yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara wisata bahari di Indonesia, sehingga citra Indonesia menjadi positif dan meningkatkan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia.

Misi

Wisata Bahari harus memperhatikan konservasi laut, pantai dan daerah-daerah sekitarnya secara berkelanjutan.
Wisata Bahari harus memperhatikan metoda konservasi yang sesuai dengan kondisi dan situasi lokal.
Mengoptimalkan keterlibatan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dalam segala kegiatan Gahawisri
Wisata Bahari harus menciptakan peluang kegiatan yang berkesinambungan yang dapat membantu pemerintah, swasta dan masyarakat.
Wisata Bahari harus dapat menciptakan pelbagai kegiatan alternatif dan mempunyai nilai tambah yang dilakukan tanpa merusak lingkungan.
Menjadi kebanggaan bagi kami bila mendapat dukungan, serta bisa kerjasama dengan semua pihak, untuk pengembangan wisata bahari Indonesia.
Terima kasih atas perhatiannya.

DPP GAHAWISRI
Didien Junaedy
Ketua I